Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

Tenggelam

Banggai, 17 Februari 2017




Senja di Rezeki Baru
Ku tinggalkan semua resahku di pelabuhan Banggai
Ku bawah resah itu mengelilingi Pulau
Resah yang ku buat sendiri
Resah yang mungkin tak akan pernah hilang
Kuntinggalkan semua rindu di Pelabuhan Banggai
Biarkan tenggelam bersama ombak
Ku rindu benar-benar rindu
Tak ada yang bisa menghapusnya
Meski di terjang ombak,
Tenggelam, menjadi pasir
Ku tetap resah dalam penat.

BISU


Palu, 19 Januari 2017






Menuju malam..
Rindu tak bertepi..
Hanya sekedar ingin melihatmu bersama malam, kala pagi datang.
Kita pergi, dan hilang di sapu matahari.
Mari teguk kopi.
Menjelma, bisu, hilang dan mati.

Harapan



Puisiku
Harapan

Poso, 30 Oktober 2016
21.20



Aku pernah berfikir tentang bagaimna cara siang meninggalkan malam.
Dan malam yang selalu meninggalkan siang. 
Mereka tak pernah berjalan beriringan.
Tentang perempuan dan laki2 yg di ciptakan berbeda beda. 
Tentang pagi yg tak pernah bertemu senja. 
Tentang pelangi yg enggan datang pada saat hujan trun dan matahari bersinar.
Aku cemburu pada lautan yg selalu setia menunggu datangnya  sungai. 
Sayang.. kita memang berbeda. 
Tapi maukah kau menjadi laut, yg selalu membuka lebar dirinya kepada sungai.??

ASA


Banggai, 09 Februari 2017, 5:24





Sudah ku hapus semua kontak dan kenangan tentang kita...
Aku tak bisa membuat puisi, sebab aku tahu kaulah puisi itu.
aku tak bisa mendeskripsikan rindu, karena kaulah rindu itu.
Biarlah aku menikmati laut, senja, bersama imaji.
Menunggu kekasih yg di pergi bersama ombak..

Bersekolah di Masa Pandemi

 Setalah hampir dua tahun sekolah diliburkan akibat covid, akhirnya pada  senin 30 Agustus 2021 sekolah kembali dibuka untuk wilayah Tojo Un...