Banggai, 17 Februari 2017
Senja di Rezeki Baru
Ku tinggalkan semua resahku di pelabuhan Banggai
Ku bawah resah itu mengelilingi Pulau
Resah yang ku buat
sendiri
Resah yang mungkin tak akan pernah hilang
Kuntinggalkan semua
rindu di Pelabuhan Banggai
Biarkan tenggelam bersama ombak
Ku rindu
benar-benar rindu
Tak ada yang bisa menghapusnya
Meski di terjang
ombak,
Tenggelam, menjadi pasir
Ku tetap resah dalam penat.
hi.. welcome to my blog.. Blog ini berisi pikiran (ide), pengalaman dan cerita fiksi dan fakta tentang seorang perempuan yang tinggal disebuah desa di pesisir bersama keluarga kecilnya.
Selasa, 28 Maret 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bersekolah di Masa Pandemi
Setalah hampir dua tahun sekolah diliburkan akibat covid, akhirnya pada senin 30 Agustus 2021 sekolah kembali dibuka untuk wilayah Tojo Un...
-
Ibu, Tanah dan anak-anak Di setiap pagi, malam dan sore hari. Seorang ibu datang kerumah. Ia membicarakan banyak hal. Sesekali te...
-
PEMILU DAN KETERWAKILAN PEREMPUAN OLEH : RAMLAH LAKI Pemilihan umum atau yang disingkat dengan nama PEMILU adalah waktu dimana...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar